Marhaban ya ramadhanï€ Alhamdulillah kita semua bisa menyambut ramadhan yang penuh rahmat ini dengan sukacita,bulan dimana kita benar-benar perang yang sesungguhnya yaitu perang melawan hawa nafsu.bukan melawan kaum kafirin. bertahan sejauh mana kita bisa mengendalikan diri.
Di bulan ramadhan ini kita akan menjalani puasa wajib,tarawih,dan biasanya tadarrus yang dilakukan selama sebulan penuh.tak hanya itu umat muslim juga meningkatkan ibadah yang lain seperti dzikir,itikaf,dan bersedekah.karena di bulan ini kita mendapat rahmat dan barokah yang luar biasa berlimpah dari Allah hanya pada bulan ramadhan ini.
]
Tapi pada kenyataan ramadhan yang kita lalui setiap tahun ini selalu membutuhkan sesuatu yang sangat penting.yaitu konsistensi.karena kaum muslimin di Indonesia hanya memeriahkan,kita sebagai muslim tak hanya menggembargemborkan ramadhan tanpa perwujudan yang nyata,dan ini harus dimulai dari kecil sehingga menjadi kebiasaan yang baik dalam hidup setiap muslim.
Seperti kita lihatdi setiap ramadhan,Ramadhan hari pertama selalu penuh dengan umat muslim yang beribadah,misalnya saja tarawih.pasti seluruh warga tak mau ketinggalan melaksanakannya tak mau ketinggalan tadarus quran hingga larut malam,tapi menginjak hari selanjutnya pasti berkurang sedikit demi sedikit.sama halnya dengan puasa dan ibadah lainnya.tidak konsisten selalu menjadi permasalahan.
Sebenarnya muslim di Indonesia sudah mengerti kalau selama ini mereka telah melakukan kebiasaan yang salah.mereka merasa hanya dengan ikut beribadah di awal dan akhir bulan puasa sudah cukap,istilahnya ikut permulaan dan akhir saja.tapi sebenarnya itu merupakan kebiasaan yang salah tapi sudah terlambat,dan sulit untuk mengubah agar kita lebih konsisten dalam beribadah.
Mungkin sudah saatnya kita berubah,tak menjalani bulan ramadhan seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya.sehingga ramadhan nanti akan lebih bermakna dan tak mudah dilupakan.mari lebih banyak beribadah lebih sering bertadarus dan perbanyak itikaf berlomba-lomba meraih rahmat Allah yang berlimpah ini
Semoga Allah menerima amal ibadah kita serta mempertemukan kita lagi di ramadhan tahun depan
Amin
Selamat menunaikan ibadah puasa 1428 H
Di bulan ramadhan ini kita akan menjalani puasa wajib,tarawih,dan biasanya tadarrus yang dilakukan selama sebulan penuh.tak hanya itu umat muslim juga meningkatkan ibadah yang lain seperti dzikir,itikaf,dan bersedekah.karena di bulan ini kita mendapat rahmat dan barokah yang luar biasa berlimpah dari Allah hanya pada bulan ramadhan ini.
]
Tapi pada kenyataan ramadhan yang kita lalui setiap tahun ini selalu membutuhkan sesuatu yang sangat penting.yaitu konsistensi.karena kaum muslimin di Indonesia hanya memeriahkan,kita sebagai muslim tak hanya menggembargemborkan ramadhan tanpa perwujudan yang nyata,dan ini harus dimulai dari kecil sehingga menjadi kebiasaan yang baik dalam hidup setiap muslim.
Seperti kita lihatdi setiap ramadhan,Ramadhan hari pertama selalu penuh dengan umat muslim yang beribadah,misalnya saja tarawih.pasti seluruh warga tak mau ketinggalan melaksanakannya tak mau ketinggalan tadarus quran hingga larut malam,tapi menginjak hari selanjutnya pasti berkurang sedikit demi sedikit.sama halnya dengan puasa dan ibadah lainnya.tidak konsisten selalu menjadi permasalahan.
Sebenarnya muslim di Indonesia sudah mengerti kalau selama ini mereka telah melakukan kebiasaan yang salah.mereka merasa hanya dengan ikut beribadah di awal dan akhir bulan puasa sudah cukap,istilahnya ikut permulaan dan akhir saja.tapi sebenarnya itu merupakan kebiasaan yang salah tapi sudah terlambat,dan sulit untuk mengubah agar kita lebih konsisten dalam beribadah.
Mungkin sudah saatnya kita berubah,tak menjalani bulan ramadhan seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya.sehingga ramadhan nanti akan lebih bermakna dan tak mudah dilupakan.mari lebih banyak beribadah lebih sering bertadarus dan perbanyak itikaf berlomba-lomba meraih rahmat Allah yang berlimpah ini
Semoga Allah menerima amal ibadah kita serta mempertemukan kita lagi di ramadhan tahun depan
Amin
Selamat menunaikan ibadah puasa 1428 H
Labels: MPR(menurut pendapat rizky)

0 Comments:
<< Home | << Add a comment