tahun baru akan tiba kurang dari sehari lagi.mungkin tahun ini saya tidak bisa bersenang-senang seperti tahun lalu.
seperti tahun sebelumnya,dimana saya bisa sedikit bergembira menyambut tahun baru bersama teman,teman.
sekarang sepertinya dunia tak mengijinkan aku bersenang-senang untuk tahun ini,
di musim hujan seperti ini cinta tumbuh begitu cepat,secepat gelombang cinta terkenal di masyarakat,
di saat itulah teman-teman saya punya pacar semua,sedangkan saya tidak,
itulah sebabnya rencana reuni gagal total.
saya pun melamun,mencari sumber kesalahan semua ini,
saya hanya tertuju pada cinta,cinta yang membuat aku sendiri di malam tahun baru
padahal kata orang cinta membuat aku bahagia,tapi tidak sama sekali,
bingung buat rencana baru,tapi waktu telah berlari jauh,
meninggalkan aku sendiri membuat rencana,seperti halnya cinta yang memuakkan tadi.
sempat aku berpikir,kenapa tidak tidur dirumah saja?
merenungi apa yang di lakukan selama tahun lalu.
ternyata aku tenggelam dalam lautan kehidupan yang biasa-biasa saja.
setiap hari bergulat dengan kejadian yang sama.
senin sampai jumat bercinta dengan buku,mendengar ceramah para guru
jumat sampai minggu membereskan urusan rumah,tapi sampai saat ini rumah pun tak beres-beres.
selalu ada ketidakberesan di rumah,dimana saya sebagai pemberesnya.
lalu merenungi apa yang dilakukan setiap tahun baru,
para manusia berteriak tentang perubahan,berkoar-koar tentang kehdupan yang lebih baik.
namun hidup tak pernah berubah,hanya diselimuti hidup yang biasa dengan melakukan hal yang biasa juga.
dan hidup pun tak pernah lebih baik,malah semakin buruk.
banjir yang menyelimuti nusantara kini semakin meluas,
longsor jadi pemain baru dari timnas bencana nasional.
masyarakat jadi bingung tinggal dimana,karena ada nama indonesia pasti ditemani bencana
hujan semakin deras saja menyambut tahun baru,aku yang keluar rumah
seperti orang gila kebingungan mau kemana.
jadi teringat kata W.S rendra "kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya ke bumi,
hatiku pun ikut tertusuk"
sedih,tapi saat ini harusnya bergembrira,
ingin menangis,tapi air mata tak muncul juga.
hanya nelangsa yang ada,bersatu di malam tahun baru.
tapi hanya di hati,tak kubawa ke wajah.
karena wajah seperti halnya topeng,
biar semua yang melihatku menganggapku tak apa-apa.
hujan di tahun ini seperti Playmaker sepakbola.
pengaruh dunia bersandar di di fenomena alam ini.
di saat hujan memang waktu yang pas untuk mengatakan cinta
di saat hujan juga waktu yang pas untuk kita bersedih,
jika banjir dan longsor yang datang sesudahnya
ganti tahun pasti berlalu,dan umur kita semakin tua
tapi tak selalu bertambah dewasa.
karena tua hanya masalah waktu,dan dewasa masalah sikap.
hidup yang lalu harus diubah,karena bencana sudah membangunkan kita,
jika kemarin kita hanya menggunduli hutan dan memcukur pohon jati
saatnya kita menanam dan memelihara pohon,bukan cuma merawat gelombang cinta.
karena tahun depan bukan tahun gelombang cinta
Posted by Unknown, Monday, December 31, 2007 Monday, December 31, 2007
| 5 comments |
seperti tahun sebelumnya,dimana saya bisa sedikit bergembira menyambut tahun baru bersama teman,teman.
sekarang sepertinya dunia tak mengijinkan aku bersenang-senang untuk tahun ini,
di musim hujan seperti ini cinta tumbuh begitu cepat,secepat gelombang cinta terkenal di masyarakat,
di saat itulah teman-teman saya punya pacar semua,sedangkan saya tidak,
itulah sebabnya rencana reuni gagal total.
saya pun melamun,mencari sumber kesalahan semua ini,
saya hanya tertuju pada cinta,cinta yang membuat aku sendiri di malam tahun baru
padahal kata orang cinta membuat aku bahagia,tapi tidak sama sekali,
bingung buat rencana baru,tapi waktu telah berlari jauh,
meninggalkan aku sendiri membuat rencana,seperti halnya cinta yang memuakkan tadi.
sempat aku berpikir,kenapa tidak tidur dirumah saja?
merenungi apa yang di lakukan selama tahun lalu.
ternyata aku tenggelam dalam lautan kehidupan yang biasa-biasa saja.
setiap hari bergulat dengan kejadian yang sama.
senin sampai jumat bercinta dengan buku,mendengar ceramah para guru
jumat sampai minggu membereskan urusan rumah,tapi sampai saat ini rumah pun tak beres-beres.
selalu ada ketidakberesan di rumah,dimana saya sebagai pemberesnya.
lalu merenungi apa yang dilakukan setiap tahun baru,
para manusia berteriak tentang perubahan,berkoar-koar tentang kehdupan yang lebih baik.
namun hidup tak pernah berubah,hanya diselimuti hidup yang biasa dengan melakukan hal yang biasa juga.
dan hidup pun tak pernah lebih baik,malah semakin buruk.
banjir yang menyelimuti nusantara kini semakin meluas,
longsor jadi pemain baru dari timnas bencana nasional.
masyarakat jadi bingung tinggal dimana,karena ada nama indonesia pasti ditemani bencana
hujan semakin deras saja menyambut tahun baru,aku yang keluar rumah
seperti orang gila kebingungan mau kemana.
jadi teringat kata W.S rendra "kaki hujan yang runcing menyentuhkan ujungnya ke bumi,
hatiku pun ikut tertusuk"
sedih,tapi saat ini harusnya bergembrira,
ingin menangis,tapi air mata tak muncul juga.
hanya nelangsa yang ada,bersatu di malam tahun baru.
tapi hanya di hati,tak kubawa ke wajah.
karena wajah seperti halnya topeng,
biar semua yang melihatku menganggapku tak apa-apa.
hujan di tahun ini seperti Playmaker sepakbola.
pengaruh dunia bersandar di di fenomena alam ini.
di saat hujan memang waktu yang pas untuk mengatakan cinta
di saat hujan juga waktu yang pas untuk kita bersedih,
jika banjir dan longsor yang datang sesudahnya
ganti tahun pasti berlalu,dan umur kita semakin tua
tapi tak selalu bertambah dewasa.
karena tua hanya masalah waktu,dan dewasa masalah sikap.
hidup yang lalu harus diubah,karena bencana sudah membangunkan kita,
jika kemarin kita hanya menggunduli hutan dan memcukur pohon jati
saatnya kita menanam dan memelihara pohon,bukan cuma merawat gelombang cinta.
karena tahun depan bukan tahun gelombang cinta
Labels: MPR(menurut pendapat rizky)



